Kamis, 26 Juni 2008

Terimakasih...

Anonim berkata...

assalamualaikum
bu ira


secara profesi saya baru membuka blog ibu yang banyak di bicarakan orang. penasaran juga, kemudian setelah banyak membaca komentar siswa dan artikel ibu saya simpulkan:

1. ibu nampak tidak puas dengan keberadaan ibu sendiri di sekolah, sebetulnya ini tidak masalah sepanjang ibu tidak mempublikasikan, ternyata sebaliknya. hal ini kemudian menjadi sebuah preseden negatif sekolah dari orang dalam sendiri, dan ini secara keislaman kurang etis

2. ibu cenderung "memaksa" siswa untuk mengunjungi blog ibu. apa manfaatnya? rating blog tidak memberikan apapun, termasuk jika nomor 1 dalam search engine google, itu khan bisa diakali, dan siswa yang polos mengemukakan itu dalam komentarnya tanpa ibu sadari. saya sudah cukup lama kenal akan motif ini

3. blog seyogyanya adalah sekedar hobi dan bukan sebuah pekerjaan, jadi tidak etis jika pekerjaan di bawa dalam blog. ulangan kah, remedi dan sebagainya. saya percaya ibu ketika berbicara mengenai ulangan posisi ibu sebagai guru bukan sebagai individu bu ira, jadi mungkin sekolah menyediakan web site resmi, sehingga lebih HANIF

4. sangat tidak layak menampilkan nilai raport di blog, raport adalah rahasia sekolah yang baru akan diberitahu ke siswa pada waktunya, mempublikasikan di blog justru tindakan yang indisipliner dan tidak melihat guru sebagai kesatuan. bahkan dalam web resmi sekolah sekalipun raport tidak etis untuk dipublikasikan tanpa kode yang terenkripsi. dalam evaluasi pendidikan dan bimbingan peserta didik ibu sudah tau itu bukan

5. sudah saatnya blog ini BENAR-BENAR MURNI terpisah dari pekerjaan, tidak bermuatan sesuatu walau tersembunyi. sayangnya masyarakat kita justru semakin cerdas untuk melihat motivasi yang kurang baik dari blog ibu. agar itu hilang silahkan lebih kepada profil ibu, keluarga ibu, curhat keluarga, LEPAS dari PEKERJAAN yang memang suasana kantor tidak selamanya kondusif. Untuk orang yang baru mengenal Blog saya fahami benar sebagai bentuk EUFORIA tapi untuk usia sematang ibu ira, sangat kurang pantas di liat


terimakasih, semoga ketersinggungan ibu berdampak bukan pada mencari orang yang menulis komentar ini akan tetapi lebih kepada introspeksi diri sehingga kita semua bisa menjalani hari tua, bahkan menutup kita kehidupan hanya dengan satu kosakata: kebaikan.


assalamualaikum wr wb

2008 Juni 25 08:59



(Lihat komentar di atas ? KLIK di sini )


... saya pikir sekolah yang sejati haruslah mendatangkan berkah kepada dunia dengan perantaraan pelajar-pelajarnya. Karena dunia membutuhkan suatu berkah, dunia sedang berada dalam keadaan yang mengerikan; dan berkah itu hanya dapat datang jika kita sebagai individu-individu tidak mengejar kekuasaan, jika kita tidak mencoba untuk memenuhi ambisi-ambisi pribadi kita, melainkan memiliki suatu pengertian yang jernih mengenai masalah-masalah yang luas yang dihadapkan kepada kita. Ini menuntut inteligensi yang besar, yang sesungguhnya berarti suatu batin yang tidak berpikir menurut suatu pola tertentu, melainkan bebas dalam dirinya sendiri dan karena itu mampu untuk melihat apa yang benar dan menyisihkan apa yang palsu.

Jiddu Krishnamurti
dalam bukunya Pustaka Krishnamurti (The Penguin Krishnamurti Reader)

0 komentar:

Posting Komentar