Coba tebak gambar di atas . Kematian sebuah bintang telah disaksikan pada saat-saat awal kejadiannya, sebuah pemandangan luar biasa yang akan memberikan pengetahuan baru dalam proses kosmik yang berlangsung tiba-tiba dan cepat ini. Supernova...
Tau ngga kamu apa itu supernova?
Supernova dikenal sebagai peristiwa meledaknya sebuah bintang yang sekaligus membawa bintang itu ke akhir hayatnya. Selama ini, ilmuwan mengenal ada dua tipe supernova. Tipe pertama adalah supernova yang dihasilkan oleh ledakan sebuah bintang. Yang lainnya adalah supernova yang terjadi oleh sebab adanya transfer energi yang tidak wajar pada bintang binari atau bintang yang saling berdekatan. Kedua tipe ledakan ini memiliki proses dan dampak yang hampir sama.
Ledakan Supernova akan terjadi bila sebuah bintang mulai kehabisan energi untuk melanjutkan hidupnya. Namun, tidak semua bintang bakal mengakhiri hidup lewat ledakan super dahsyat. Umumnya hanya bintang yang memiliki massa sekitar 15 kali massa Matahari lah yang memiliki potensi meledak sangat menakjubkan. Ledakan seperti itulah yang kemudian dikenal sebagai Supernova.
Bagaimana ledakan supernova terjadi?
Bintang bisa hidup oleh sebab reaksi nuklir (fusi atau penggabungan) yang terjadi di dalam inti bintang. Reaksi di dalam inti bintang menghasilkan sejumlah energi yang dimanfaatkan untuk menjalankan dan mempertahankan sejumlah sistim penunjang kehidupan bintang, antara lain mempertahankan sistem gravitasi. Prosesnya, energi yang berasal dari hasil reaksi inti bertugas antara lain untuk "melawan" gaya gravitasi.
Ledakan supernova sendiri mulai terjadi bila inti bintang mulai kehabisan unsur radioaktif yang menjadi bahan dasar reaksi nuklir yang menghidupi bintang itu. Sebuah bintang yang tengah dalam proses menuju ledakan supernova biasanya mengalami perubahan fisik, antra lain dimensinya menjadi lebih besar dan berwarna merah pada sisi luarnya. Di sisi dalam terlihat, inti bintang mulai sekarat.
Dalam kondisi itu, temperatur inti menjadi lebih panas dari pada kondisi normalnya. Tingkat kerapatannya pun meningkat. Bersamaan dengan hal itu, di inti bintang mulai berlangsung serangkaian reaksi nuklir baru. Namun beberapa saat kemudian, reaksi itu terhenti dan membuat inti mati. Kematian ini disebabkan oleh habisnya isotop radioaktif yang merupakan bahan bakar utama reaksi nuklir. Saat mati itu, bintang diperkirakan hanya mengandung unsur besi (Fe60) dan tidak memiliki unsur lain yang memungkinkan terjadinya reaksi nuklir.
Hal menakjubkan terjadi pasca kematian inti bintang. Kurang dari sedetik sejak kematian intinya, bintang mengalami kehancuran sistem gravitasi oleh sebab lenyapnya energi penopang gravitasi. Proses keruntuhan ini membuat unsur-unsur besi yang tersisa saling bertubrukan dan membuat temperatur inti meningkat. Diperkirakan temperatur inti meningkat hingga lebih dari 100 miliar derajat celcius. Runtuhnya sistem gravitasi dan tabrakan antar unsur besi membuat inti bintang terdorong ke luar dari pusat bintang. Proses ini dibarengi gelombang ledakan yang maha dahsyat dan membuat material bintang terlempar ke sisi luar bintang dan angkasa lepas.
Ketika terlempar ke sisi luar bintang, sebagian material menjadi panas, dan sebagian lagi bergabung membentuk elemen baru dan isotop radioaktif. Nah, material yang selamat dari ledakan dan terlempar ke angkasa lepas kemudian dikenal sebagai residu supernova. Residu ini terdiri dari material panas yang mengandung debu isotop radioaktif, dan elektron bebas. Bila residu yang amat kecil itu bergerak di dalam medan magnetik dan diselimuti neutron, maka gabungan residu supernova itu kemudian membentuk bintang neutron.
Bintang neutron ini bisa terwujud bila bintang yang meledak memiliki massa rendah. Bintang neutron mungkin tak akan terwujud bila bintang yang meledak memiliki massa 15 kali lebih besar daripada massa Matahari. Mengapa? Ledakan bintang yang memiliki massa sebesar itu, selain bakal melenyapkan bintang itu sendiri, juga bakal melenyapkan material dan neutron yang terlempar ke angkasa lepas. Bila hal ini terjadi, maka residu supernova itu bakal membentuk lubang hitam atau black hole.
Proses yang hampir sama terjadi pada tipe ledakan supernova yang kedua, yakni ledakan yang dihasilkan oleh gagalnya sistem bintang binari Pada sistim bintang binari, supernova bisa terjadi oleh sebab adanya ketidakseimbangan sistem. Misalnya, bila ada salah satu bintang dalam sistem bintang binari tiba-tiba menarik lebih banyak material dari bintang lain ke dalam tubuhnya. Peristiwa ini akan memicu meningkatnya masa bintang penarik itu sehingga mengakibatkan ledakan termonuklir alias supernova itu.
Sumber:
http://current.com/items/88969982_supernova_sighting_leaves_atronomers_agog
ANGKASA N0.5 FEBRUARI 2003 TAHUN XIII

0 komentar:
Posting Komentar