Jumat, 02 Oktober 2009

SEBUAH KEBETULAN ATAU SEBUAH RANCANGAN ?


Gempa Padang terjadi jam 17.16 banyak orang menghubungkannya dengan Al Qur'an 17.16..
Jika demikian, ayat-ayat tentang azab haruslah kita pelajari, sementara ada 399 ayat yang memuat masalah azab. SUBHANALAH.

Bukankah banyak orang yang menghubungkan ayat di atas dengan tsunami di Aceh yang terjadi jam 7.59(Al Qur'an surat 7 ayat 59). Ya ALLAH, ampunilah kami....

Barusan - secara ngga sengaja saya membaca berita begini :
JAMBI, KOMPAS.com � Gempa Jambi yang terjadi pada Kamis (1/10) pukul 08.52 WIB membuat puluhan pasien Rumah Sakit Mayjen AThalib Sungai Penuh, Kerinci, panik dan lari menyelamatkan diri ke halaman rumah sakit. Menurut Endang, petugas bagian Instalasi Gawat Darurat RSUD setempat, banyak pasien yang tengah dirawat langsung dibawa keluarga mereka keluar rumah sakit saat merasakan bumi bergoyang......., lalu saya membuka Al Qur'an Digital surat 8 ayat 52, ternyata isinya :


Sepertinya ALLAH ngga maen-maen, Astaghfirullah al adziem. Seandainya semua orang menyadari ini....
Para Ulama, para ustadz, harus bagaimanakah kita ? Tolong dong, bagaimana agar kita selamat dari kondisi ini? Bagi-bagi dong ilmunya ke kita, ke orang-orang yang awam, agar kita paham memilih dan memilah. Ayo dong para ulama, jangan membisu..tanggungjawab di pundak Anda untuk membawa kita2 pada arah yang legal dan benar.

Kejadian gempa
Provinsi Sumatera Barat berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia) dan patahan (sesar) Semangko. Di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Menurut catatan ahli gempa wialyah Sumatera Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.
Bencana terjadi sebagai akibat dua gempa yang terjadi kurang dari 24 jam pada lokasi yang relatif berdekatan. Pada hari Rabu 30 September terjadi gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter dengan pusat gempa (episentrum) 57 km di barat daya kota Pariaman (00,84 LS 99,85 BT) pada kedalaman (hiposentrum) 71 km. Pada hari Kamis 1 Oktober terjadi lagi gempa kedua dengan kekuatan 6,8 Skala Richter, kali ini berpusat di 46 km tenggara Kota Sungaipenuh pada pukul 08.52 WIB dengan kedalaman 24 km. Setelah kedua gempa ini terjadi rangkaian gempa susulan yang lebih lemah. Gempa pertama terjadi pada daerah patahan Mentawai (di bawah laut) sementara gempa kedua terjadi pada patahan Semangko di daratan. Getaran gempa pertama dilaporkan terasa kuat di seluruh wilayah Sumatera Barat, terutama di pesisir. Keguncangan juga dilaporkan dari Padangsidempuan, Medan, Kuala Lumpur, Singapura, Pekanbaru, Jambi, dan Bengkulu. Dilaporkan bahwa pengelolaan sejumlah gedung bertingkat di Singapura mengevakuasi stafnya. Kerusakan parah terjadi di kabupaten-kabupaten pesisir Sumatera Barat, bagian selatan Sumatera Utara serta Kabupaten Kerinci (Jambi).
(sumber wikipedia)

0 komentar:

Posting Komentar