Sabtu, 20 Agustus 2011

CERITA: Susahnya nyari uang di Internet (Bagian 2)

Melanjutkan cerita bagaimana susahnya cari uang lewat internet yang saya posting pada postingan sebelumnya. Cara cari uang lewat internet pada postingan itu, sampai sekarang masih saja dipake. Program Pay per click (PPC) , Paid to Review, Jual-Beli link domain ber-PR, Jual Balance PayPal, Broker link, Program Afiliasi, Program CPM, Online shop, Online Weblog Service, SEO Consulant dan Paid to surf adalah beberapa program yang ditawarkan oleh dunia maya untuk mencari duit, entah itu dollar atau rupiah. Saya pribadi sudah mengikuti semua jenis program yang saya sebutkan tersebut, ada yang berhasil dan ada yang tidak.

Program Pay per click (PPC)

Google Adsense

Banyak situs yang menawarkan program seperti ini, salah satu yang terbesar adalah Google AdSense. Google Ads dengan PPC sampai detik hari ini masih dipake sebagai sarana cari uang paling efektif. Apalagi metode pembayarannya sudah bisa langsung diterima setiap bulannya lewat Western Union, jika balance earning kamu sudah mencapai $100, tanpa potongan sedikit-pun. Lalu susahnya dimana? Situs berbahasa indonesia belum bisa dipasangi iklan Google Ads (hanya search box), dan hal ini jelas akan sedikit menyulitkan untuk menambah penghasilan tanpa iklan ad unit yang muncul. Kurs dollar WU tidak mengikuti kurs bank secara internasional, Western Union punya kurs tersendiri. Cara melihat konversi kurs dollar terhadap rupiah untuk Westren Union bisa dilihat dengan meng-konversi mata uang dengan tool WU yang beralamat di http://payments.westernunion.com/currency-converter/.

PPC Indonesia 

Nah.. awalnya saya menanggapi positif terhadap situs-situs PPC yang menawarkan advertiser dan publisher Indonesia untuk bisa memasang iklan di situs berbahasa Indonesia, apalagi situs jasa PPC tersebut yang punya orang indonesia sendiri, hampir semua PPC lokal saya pernah ikuti (untuk melihat kinerja-nya), hasilnya ada yang scam dan ada yang tidak.

Untuk lebih menguatkan pendapatan, saya kasih contoh 2 kasus berikut :

Kasus 1

Misal ada situs dengan trafik 20.000 unique visitor per hari rata-rata yang didaftarkan sebagai publisher di salah satu PPC Indonesia. Awalnya balance earning pertama lancar, walaupun sepertinya ada earning yang tidak dihitung (hal ini biasa dalam program PPC), tapi kok masuk bulan ke dua dan seterusnya, walaupun trafiknya terbilang konstan, earning nya kok semakin turun. Impresi sampai 30.000 dalam pengukur statistik hostingan, yang klik cuma 2 dalam statistik akun publisher! Saya malah berpikir paranoid pada PPC lokal.

Kasus 2

Misal ada sebuah situs yang di-integrasikan dengan skrip Auto Generated Content (AGC), postingan yang dilakukan hampir tiap hari untuk mengimbangi kinerja skrip AGC, trafik? Wow! Rata-rata aturan dalam situs PPC tidak menyertakan aturan mengenai content seperti ini, walaupun awalnya earning tetap dihitung dan dibayarkan, situs tersebut akhirnya harus ditendang alias di-nonaktifkan sebagai publisher. Penempatan iklan pun akhirnya diubah agar tidak pada halaman skrip AGC, tetapi tetap saja zone iklan tidak dapat diterima! Walaupun banyak jenis situs yang sama bertebaran tapi kok aman-aman aja. Iklan yang mucul juga tidak relevan dengan koten/tidak kontekstual. Akhirnya diminta konfirmasi kepada sang pemilik situs PPC untuk meminta penjelasan via email, dibalas pake email melalui blackberry, katanya lagi dijalan� duh! Support kok via blackberry. Lantas diminta penjelasan lagi via email, tidak dibalas

Akhirnya saya sama sekali tidak pake PPC lokal. Bagi saya, kepercayaaan dan support yang bagus adalah utama jika kita menjual sesuatu terutama di bisnis online seperti PPC, dan itu yang tidak dimiliki kebanyakan situs penyedia program PPC.

PPC dan blog Auto Generate Content

Main PPC erat kaitannya dengan trafik pengunjung, karena kita mengharapkan pengunjung meng-klik iklan yang tampil dalam situs kita. Semakin banyak pengunjung/trafik, semakin banyak yang klik, peluang mendapatkan receh akan semakin besar, semua berbanding lurus.

Cara mencari trafik sebanyak-banyak ada berbagai macam, salah satunya adalah membuat situs dengan menggunakan skrip AGC. Susahnya apa? Nggak mudah membuat situs dengan penambahan modifikasi skrip auto konten, perlu waktu dan kesabaran juga untuk mendapatkan trafik, belum lagi orang yang berkoar-koar lewat postingan blog personal mereka, form komentar atau email, yang sok idealis dan cari muka dengan menyudutkan blog auto konten, apalagi menampakkan dan menjelek-jelekkan alamat blog sang empunya blog AGC tanpa tahu makna dari auto konten.

0 komentar:

Posting Komentar